Minggu, 22 Januari 2012
Praktik Masturbasi yang Bisa Membahayakan
Jakarta, Secara medis, masturbasi dianggap sebagai cara paling sehat untuk menyalurkan hasrat di saat belum siap melakukan hubungan seksual atau tidak punya pasangan lawan jenis. Namun beberapa pria justru membahayakan diri sendiri karena melakukan masturbasi dengan cara-cara yang tidak wajar.
Berikut praktik-praktik masturbasi membahayakan yang dilakukan dengan cara-cara aneh, seperti dilansir Menshealth, Rabu (21/12/2011):
1. Masturbasi dengan memasukkan benda aneh dalam uretra (saluran air mani)
Sebuah studi kasus di Jepang menemukan seorang pria berusia 40 tahun sengaja memasukkan tabung elastis sepanjang 55 inci (139,7 cm) ke dalam kandung kemihnya (melalui lubang penis) untuk masturbasi. Tabung tersebut tetap berada di saluran uretranya selama 2 tahun sebelum akhirnya dilakukan operasi.
"Ini lebih umum daripada yang Anda mungkin pikirkan. Saya pernah melihat pasien memasukkan tanaman lidah buaya ke uretranya karena mengklaim ada perasaan menyenangkan dan menenangkan," jelas Dr Judd Moul, MD, kepala bagian bedah urologi di Duke University Medical Center.
Seorang pria lain melakukan hal yang sama dengan memasukkan kawat temmbaga yang akhirnya menjadi kusut di dalam kandung kemihnya. Dr Moul memperkirakan bahwa urolog melihat 2-3 kasus serupa setahun.
2. Masturbasi hingga mematahkan penis sendiri
Anda mungkin sudah mendengar bahwa posisi seksual tertentu dapat membahayakan alat kelamin pria bahkan bisa membuat penis patah. Tapi seorang pria justru mematahkan penisnya sendiri saat melakukan masturbasi.
Pria Nigeria yang tidak disebutkan namanya memegang pangkal kelaminya dengan jari tangan kiri kemudian memutar penisnya ke arah tangan kanan. Dia kemudian mendengar suara 'klik' dan diikuti dengan rasa sakit. Penisnya patah namun beruntung ia bisa kembali ereksi setelah 5 hari setelah operasi.
3. Masturbasi hingga mencekik diri sendiri
Ada banyak praktik seks gila yang berisiko mengancam nyawa, seperti sesak napas karena autoerotic asphyxiation, yaitu tindakan yang dapat membatasi pasokan oksigen ke otak saat berhubungan seksual (biasanya saat masturbasi).
Autoerotic asphyxiation (AEA) adalah praktik seksual ketika seseorang melakukan masturbasi dengan mencekik diri sendiri. Hal ini dianggap menyenangkan karena terjadi pengurangan aliran darah ke otak dan adanya pelepasan endorphines.
Orang menjadi gembira karena menjadi pengalaman seksual yang hebat dan orgasme menjadi lebih intens. Bagi kebanyakan orang, AEA secara bertahap menjadi satu-satunya cara yang mana mereka dapat mencapai orgasme.
| Reaksi: |
Rabu, 28 Desember 2011
Racun Pemicu Kanker Ditemukan di 2 Produk Susu China
Shanghai, Susu terkontaminasi bakteri sudah sering terjadi, dalam setahun terakhir banyak ditemukan di beberapa negara. Namun yang terjadi baru-baru ini, bukan lagi bakteri yang mencemari 2 produk susu di China melainkan racun penyebab kanker.
Badan pengawasan makanan di China baru-baru ini melakukan pemeriksaan terhadap 200 produk susu dan turunannya, yang diambil secara acak di 21 provinsi. Hasilnya menunjukkan, 2 produk termasuk buatan Mengniu Group yang cukup populer di China positif mengandung aflatoxin.
Standar yang berlaku mengatakan, cemaran aflatoxin yang diperbolehkan adalah 0,5 mcg dalam 1 kg kemasan susu. Namun dalam pemeriksaan tersebut, sampel susu Mengniu kedapatan memiliki kandungan aflatoxin di atas standar yakni mencapai 1,2 mcg/kg.
Tidak semua produk susu Mengnui mengandung racun tersebut, tapi hanya susu murni kemasan 250 ml dari batch yang diproduksi tanggal 18 Desember 2011. Produsen susu tersebut juga mengatakan, batch tersebut sudah ditarik dari pasaran dan sudah dimusnahkan.
Aflatoxin merupakan racun yang dikategorikan sebagai karsinogenik atau pemicu kanker. Organisasi kesehatan dunia (WHO) bahkan menggolongkannya sebagai karsinogen kelas 1, yang artinya sangat mematikan dibanding golongan karsinogen dari kelas yang lain.
"Eksperimen pada hewan menunjukkan efek karsinogenik yang kuat, jika ditemukan dalam makanan maka bisa memicu tumbuhnya kanker hati," kata Prof Fan Zhihong, seorang ahli nutrisi dari China Agricultural University seperti dikutip dari Chinadaily, Rabu (28/12/2011).
Prof Fan menambahkan, aflatoxin bisa terakumulasi atau menumpuk di dalam tubuh dan tidak rusak oleh pemanasan. Suhu 300 derajat celcius yang digunakan dalam pasteurisasi (metode sterilisasi susu murni) bahkan tidak cukup untuk merusak senyawa itu seluruhnya.
Juru bicara Mengnui Group, Lu Jianjun telah menyampaikan permintaan maaf di media setempat terkait kasus tersebut. Ia juga menjamin, produk dari batch lain sudah diperiksa dan hasilnya semua produk susu yang masih ada di pasaran sudah memenuhi standar.
"Sekaran semua produk Mengniu di pasaran sudah aman dikonsumsi," kata Lu tanpa menjelaskan lebih lanjut penyebab terjadinya kontaminasi aflatoxin yang terjadi dalam kasus tersebut.
Kontaminasi senyawa karsinogenik dalam susu bukan kali ini saja ditemukan, awal tahun 2009 kasus serupa juga pernah terjadi di China. Tak lama sesudahnya, kontaminasi bahan kimia industri yang juga memicu kanker yakni melamin juga ditemukan dalam beberapa susu buatan China.
Badan pengawasan makanan di China baru-baru ini melakukan pemeriksaan terhadap 200 produk susu dan turunannya, yang diambil secara acak di 21 provinsi. Hasilnya menunjukkan, 2 produk termasuk buatan Mengniu Group yang cukup populer di China positif mengandung aflatoxin.
Standar yang berlaku mengatakan, cemaran aflatoxin yang diperbolehkan adalah 0,5 mcg dalam 1 kg kemasan susu. Namun dalam pemeriksaan tersebut, sampel susu Mengniu kedapatan memiliki kandungan aflatoxin di atas standar yakni mencapai 1,2 mcg/kg.
Tidak semua produk susu Mengnui mengandung racun tersebut, tapi hanya susu murni kemasan 250 ml dari batch yang diproduksi tanggal 18 Desember 2011. Produsen susu tersebut juga mengatakan, batch tersebut sudah ditarik dari pasaran dan sudah dimusnahkan.
Aflatoxin merupakan racun yang dikategorikan sebagai karsinogenik atau pemicu kanker. Organisasi kesehatan dunia (WHO) bahkan menggolongkannya sebagai karsinogen kelas 1, yang artinya sangat mematikan dibanding golongan karsinogen dari kelas yang lain.
"Eksperimen pada hewan menunjukkan efek karsinogenik yang kuat, jika ditemukan dalam makanan maka bisa memicu tumbuhnya kanker hati," kata Prof Fan Zhihong, seorang ahli nutrisi dari China Agricultural University seperti dikutip dari Chinadaily, Rabu (28/12/2011).
Prof Fan menambahkan, aflatoxin bisa terakumulasi atau menumpuk di dalam tubuh dan tidak rusak oleh pemanasan. Suhu 300 derajat celcius yang digunakan dalam pasteurisasi (metode sterilisasi susu murni) bahkan tidak cukup untuk merusak senyawa itu seluruhnya.
Juru bicara Mengnui Group, Lu Jianjun telah menyampaikan permintaan maaf di media setempat terkait kasus tersebut. Ia juga menjamin, produk dari batch lain sudah diperiksa dan hasilnya semua produk susu yang masih ada di pasaran sudah memenuhi standar.
"Sekaran semua produk Mengniu di pasaran sudah aman dikonsumsi," kata Lu tanpa menjelaskan lebih lanjut penyebab terjadinya kontaminasi aflatoxin yang terjadi dalam kasus tersebut.
Kontaminasi senyawa karsinogenik dalam susu bukan kali ini saja ditemukan, awal tahun 2009 kasus serupa juga pernah terjadi di China. Tak lama sesudahnya, kontaminasi bahan kimia industri yang juga memicu kanker yakni melamin juga ditemukan dalam beberapa susu buatan China.
| Reaksi: |
Langgan:
Entri (Atom)







